parallax background

Trisna Candy : Sebuah Memori

January 30, 2020
Mongolia : Negeri Petualang
November 30, 2019
Pulau Lantau : Naik Bis ke Ngong Ping dan Tai O
February 10, 2020
 

Trisna candy. Permen yang rame rasanya diantara rak permen-permen lainnya di supermarket Kuala Lumpur.

A nganku menerawang jauh, meninggalkan jasadku menuju ke dalam labirin memori. Rasa itu masih sama, rasa yang menyeruak dari dasar hati yang terbalut ketulusan, untuk memilihnya sebagai sosok yang akan selalu aku taruh asa dan cintaku. Mungkin sedikit gila waktu itu, bahkan awalnya aku tak tahu apapun tentangnya. Dia sosok yang sangat misterius, sangat susah mencuri sedikit informasi tentangnya. Namun mungkin justru itu yang membuatku yakin, aku akan tenang mencintainya jika kelak  aku bisa mewujudkan mimpiku. Tak perlu khawatir jika dia kelak akan mencoba-coba untuk mengepakkan sayap-sayap magisnya yang akan membuat lelaki manapun terkesima. Tak perlu khawatir jika dia nantinya menggunakan senyum dan tatapan matanya yang indah untuk sekedar menghipnotis lelaki manapun untuk sekedar mendekat dan menghirup aroma wanginya.

Aku masih ingat setiap rasa yang lahir saat aku mampu mencuri perhatiannya, membuatnya sekedar berbincang padaku dan tertawa bersama. Aku tahu banyak laki-laki yang rela bertukar tempat denganku. Aku gila...Aku sudah gila saat memantapkan hati ini untuk memberikan tempat yang tak akan terganti oleh siapapun kepadanya. Jarak dan waktu jelas menjadi perbedaan yang mencolok yang bisa terlihat, namun aku tak perduli. Kami masih sama-sama tinggal di planet yang sama, kami masih sama-sama tinggal di era yang sama.

parallax background

Aku jatuh cinta! aku tak perlu menunggu untuk menjadi seorang sarjana untuk mengetahui apa yang aku rasa. Aku jatuh cinta.

 

Namun seperti kisah lainnya, kisahku tetaplah tak berjalan dengan mulus. Mungkin situasi selalu menempatkanku diposisi yang sulit . Walaupun begitu, aku cukup bahagia menjadi tempat curahan hatinya. Sempat terpikir olehku, aku hanya dimanfaatkan. Untuk sekedar dia mencari tempat biacara saat penat mulai dia rasakan.

Lambat laun aku mulai menyadari, semua ini mungkin hanyalah mimpi. Namun tak sedikitpun asa dan cinta itu berkurang. Asa itu tetap terjaga, walau mungkin sudah usang dan berdebu. Cinta itu tetap utuh, walau mungkin sedikit lusuh karena hanya tersimpan di dasar hati tanpa pernah sekalipun terjamah. Dan aku mulai bermetafora menjadi apa yang dia inginkan. Akulah pendengar setianya, setiap keluh kesah, kesedihan dan keceriaan. Dan itulah bentuk baru dari cinta ini, bahkan aku rela merasakan sakit yang hanya bisa tertahan. Hanya karena dia, cinta ini ada. Dengan cara ini aku bisa menyalurkan energi cintaku untuknya.

Cinta-cinta yang lain mencoba merambah hatiku dan mungkin mencoba mengusir "rasaku padanya" untuk pergi dari hatiku. Namun bagiku, pemilik sejati hati ini adalah dia. Tak akan pernah aku membiarkan rasaku padanya sirna tak berbekas. Aku mencintainya, sungguh aku mencintainya. Dan aku berani bertaruh, dalam hidupnya aku lah yang terbaik dalam mencintainya. Aku yakin akan hal itu. Jadi kumohon sayang, tolong jangan kau sia-siakan semua ini. Andai saja waktu itu aku bisa berkata seperti itu....

Dan kemudian dia benar-benar menghilang dari hidupku. Aku menunggu dan menunggu. Menanti sapaannya di pagi hari, siang hari dan malam hari. Aku menunggu jikalau dia kembali datang menghampiriku, bercerita tentang awan biru dan hijaunya padang rumput. Aku menunggu saat kami bercanda dan dia merasa nyaman dengan angin sepoi-sepoi yang mencoba menghembuskan nafasnya agar dia merasa betah tanpa perlu lagi pergi meninggalkanku dalam kesendirian. Angin?...bukankah itu namaku? Jika saja arti itu tak sekedar nama, aku ingin berhembus ketempatmu berada, mengabarkan kepadamu betapa kerinduan ini bisa membuatku binasa. Aku ingin berhembus kepadamu, membelai setiap lekuk tubuhmu, memberikanmu kehangatan dengan cintaku. Aku kehilanganmu, kehilangan terbesar yang pernah aku rasakan. Ingin aku mencarimu, namun aku cukup bodoh untuk tahu dimana aku harus memulainya. Sungguh kau wanita misteriusku....aku sungguh mencintaimu. Namun yang aku tahu hanya, Code Name : Trisna Candy.

parallax background

Code name....trisna candy. Permen Cintaku.

Code name trisna candy...hanya itu yang selalu terngiang di pikiranku.

Code name...TRISNA CANDY

 

Sampai pada satu waktu, Tuhan masih mengasihiku. Dia memberiku kesempatan yang tak mungkin akan aku tolak. Aku menemukanmu....ataukah kau yang menemukanku? Tidak penting bagiku. Yang jelas, kita bertemu. Walau mungkin bukan seperti pertemuan pertama yang selalu aku bayangkan, namun aku bisa bertemu denganmu. Ingin aku meluapkan kerinduan ini, ingin aku membasuhmu dengan siraman cintaku, namun aku mencoba menahan diri. Kembali aku memainkan peranku, sebagai teman yang terbaik dalam hidupmu. Aku sadar, friend zone adalah zona paling tidak nyaman, namun setidaknya dengan peran ini, aku masih bisa mencintaimu dalam diam. Aku hanya ingin memastikan kebahagiaanlah yang kau dapatkan, dengan atau tanpaku.

 

 
Originally posted at 22/08/2015 with the tittle "Code name: Trisna Candy"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *